Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler

Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler – hai pengunjung idresep.info semuanya, pada kesempatan ini kami akan hadirkan “Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler“. kami harap resep ini cocok untuk kamu yang cinta memasak. jangan lupa share Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler ini ke teman kamu ya.

Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler

“Shabu-shabu” adalah makanan khas yang berasal dari “Negeri Gingseng” (Korea). Di makanan itu Anda bisa mendapatkan berbagai macam sayuran. Selain itu, juga ada daging, mi dan nasi. Pokoknya Komplit.

Adapun kombinasi sayur-mayur yang dapat ditemukan pada sajian berkuah segar ini, antara lain, jamur shimeji cokelat dan putih, jamur raja, sawi putih, jamur enoki, labu, dan kentang. Biasanya, shabu-shabu juga ditambah dengan kulit tahu. Ada juga yang menggunakan mie.

Tapi, jangan harap mendapatkan rasa yang kuat saat menyeruput kuahnya. Sebab, kuahnya hanya memakai bumbu yang minim. Garam dan penyedap rasa disingkirkan. Kalaupun dipakai, paling hanya sejumput. Maklum, makanan ini diklaim sebagai makanan sehat. Namun, justru di situlah letak keistimewaan hidangan ini. Rasa kuah shabu-shabu didominasi dengan sari kacang-kacangan.

Di negeri asalnya, sayur dan irisan daging yang tersaji dalam “shabu-shabu”, umumnya disantap dengan nasi dan mi sebagai pelengkap. Di Indonesia juga ada beberapa restoran yang menyajikan menu “shabu-shabu”. “Restoran Okane Shabu-shabu”, salah satunya.
Lokasinya berada di Jalan Prof Joko Soetono No 11, Kebayoran Baru, Jakarta. Anda bisa mendapatkan “shabu-shabu” dengan rasa original. Sebab cita rasa “shabu-shabu” khas Korea tetap dipertahankan.
Setelah “shabu-shabu” lengkap dengan sayur-mayur, irisan daging, mi dan nasi ditambah dengan wasabinya tersaji di depan mata, jangan buru-buru menyantapnya. Ada tata cara makannya.
Benar-benar ribet. Mula-mula, celupkan dulu sayur-mayur yang telah disajikan pelayan ke dalam kuah “shabu-shabu”. Sebab, sayur yang disajikan masih dalam kondisi mentah alias belum dimasak. Setelah dirasa matang, baru silakan dimakan.
Memasak dan makan sayur adalah ritual yang pertama. Selesai menuntaskan sayur, Anda baru boleh berlanjut ke daging.
Alurnya sama dengan makan sayur. Tuntas dengan daging, Anda baru bisa masuk ke tahap melahap mi. Mi pada “shabu-shabu” disebut mi korea. Mi ini berasal dari ganggang hijau. Wajar jika mi ini tampil berwarna hijau.
Sebelum dimakan, mie juga harus direbus dulu ke dalam kuah. Sebab, mi itu dihidangkan dalam kondisi mentah. Setelah matang, cocol mi bertekstur kenyal tersebut dengan wasabi. Akan jadi tambah mantab bila diberi perasan jeruk nipis dan potongan cabai rawit.
Usai tahap makan mi, Anda baru boleh memakan nasi. Tak langsung dimakan. Nasi yang disajikan harus digoreng dulu. Itu yang biasa dilakukan orang-orang di “Negeri Gingseng”.
Kalau Anda baru kali pertama berkunjung, jangan sok tahu ya. Soalnya, cara goreng nasinya juga berbeda dengan rumus cara membuat nasi goreng yang biasa diterapkan masyarakat Indonesia.
Nasi putih dimasukkan ke dalam wadah kemudian ditekan-tekan di atas api kecil. Setelah beberapa saat, nasi diaduk-aduk. Ulangi sampai tiga kali. Dijamin, nasi bakal berkerak. Agar kerak nasi gorengnya tetap empuk, usahakan menggorengnya jangan terlalu lama.
Nah, serangkaian tutorial makan shabu-shabu itu harus diterapkan secara berurutan. Jika tak mau ambil pusing, Anda bisa langsung menyantap “shabu-shabu” tanpa mempedulikan tata caranya atau sesuka hati.
Tapi, saat melakukan itu, ada baiknya jika Anda meninggalkan sejenak rasa malu di rumah. Sebab, di Okane Shabu-shabu, Anda bakal jadi orang yang paling aneh. Jika ingin aman, Anda bisa minta tolong pelayan untuk menyiapkannya. Anda tinggal menyantap saja. Daripada mengikuti ritual makan “shabu-shabu” yang ribet sampai jadi teler, lebih bijak bila minta bantuan pelayan.

var _gaq = _gaq || []; _gaq.push([‘_setAccount’, ‘UA-38431462-1’]); _gaq.push([‘_setDomainName’, ‘countyfood.blogspot.com’]); _gaq.push([‘_setAllowLinker’, true]); _gaq.push([‘_setCampNameKey’, ‘County Food’]); _gaq.push([‘_setCampContentKey’, ‘Food’]); _gaq.push([‘_trackPageview’]); (function() var ga = document.createElement(‘script’); ga.type = ‘text/javascript’; ga.async = true; ga.src = (‘https:’ == document.location.protocol ? ‘https://’ : ‘http://’) + ‘stats.g.doubleclick.net/dc.js’; var s = document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s); )();


demikianlah tadi artikel tentang “Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler”. semoga saja resep ini bermanfaat untuk pembaca semua. Jangan lupa bantu share ya biar semakin banyak saudara yang tau resep Ribetnya Menikmati Shabu di Okane Shabu-shabu, Sampai Jadi Teler ini.

Sumber gambar & resep : countyfood.blogspot.com

Resep Lainnya Yang Banyak Disuka